Ganjar Siap Bantu Pengusaha Hadapi BPN dan Pajak

Spread the love

SEMARANG – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta para pelaku usaha untuk segera menghubungi dirinya jika mendapat kesulitan. Ia juga menawarkan forum dengan menghadirkan wakil pemerintah pusat atau instansi vertikal untuk mengurai persoalan yang membelit pengusaha.

Dua hal itu mengemuka dalam acara Business Sharing “Mengenal Lebih Dekat Ganjar Pranowo dan Taj Yasin” di Hotel Crown Semarang, Jumat (4/5). Acara yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng itu dikemas dalam dialog interaktif yang dimoderatori Benk Mintosih.

Beberapa persoalan disampaikan dalam forum yang dihadiri para ketua Kadin kabupaten kota dan organisasi profesi lain seperti Apindo, Gapensi, Iwapi, dan REI ini. Diantaranya soal pajak yang terlalu tinggi, pengurusan perijinan di kabupaten kota yang masih berbelit-belit, serta pengurusan sertifikat tanah di BPN lama dan mahal.

Ganjar meminta para pengusaha tidak menunggu pertemuan formal untuk menyampaikan persoalan. Sebagai gubernur ia membuka kanal komunikasi seluas-luasnya. “Bapak ibu kalau ada persoalan urgent dan butuh keputusan segera, telepon saya saja, kalau perlu ada terobosan kita dobrak bareng-bareng,” katanya.

Namun jika butuh diskusi dengan instansi vertikal, menurutnya perlu digelar forum resmi. Ganjar menyanggupi menghadirkan dirjen pajak, Kanwil BPN Jateng, atau komuniksi dengan bupati walikota.

“Saya bisa dudukkan dirjen pajak di sini, bapak ibu bisa tanyakan soal pajak sebanyaknya, bupati walikota yang menyulitkan sampaikan saya bantu komunikasinya,” kata Ganjar.

Taj Yasin yang mendampingi Ganjar menyoroti bisnis pariwisata yang memiliki potensi besar di Jateng. Menurutnya, Jateng punya keuntungan karena bisnis ini masih dikuasai pemerintah dan swasta lokal.

Berbeda dengan pariwisata di Bali atau Lombok yang sudah banyak dikuasai pengusaha asing. “Pariwisata yang booning akan menumbuhkan pelaku usaha dari kecil sampai besar, baik industri kreatif maupun jasa. Saya ingin mengajak masy Jawa Tengah mandiri, agar pemerintah tidak disibukkan membantu dari awal tapi membantu menumbuhkan usaha menjdi besar,” katanya.

Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan, Jateng butuh gubernur seperti Ganjar yang enak diajak rembugan dan komunikasi.

“Kami para pengusaha ingin jadi SKPD non APBD, karena buntutnya semua kalau industri dan usaha jalan maka akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” tegasnya.