Ganjar pun Ikut Sosialisasikan CTPS pada Siswa

Spread the love

Tegal – Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun memang merupakan kebiasaan yang sederhana, namun kebiasaan yang mampu membantu mengurangi penularan berbagai penyakit seperti diare, cacingan, hingga ISPA dan penyakit infeksi lainnya ini nyaris terlupakan. Oleh karenanya perilaku cuci tangan harus ditanamkan dan dibudayakan kepada anak-anak sejak dini.

Mengingat pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS), Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP bersama istri Siti Atikoh Ganjar Pranowo selaku Ketua TP PKK Jawa Tengah menyosialisasikan budaya cuci tangan kepada para siswa saat mengunjungi Perkemahan Santri Madrasah Diniyah Awaliyah di Lapangan Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, Minggu (22/10). Kepada para siswa Ganjar menjelaskan pentingnya cuci tangan dengan sabun sebelum makan. Setelah itu, dia meminta salah satu siswa untuk memeragakan enam langkah mencuci tangan yang baik dan benar.

“Cuci tangan itu biar tangannya sehat tidak terkena kotoran apalagi kalau makan harus pakai sabun,” katanya.

Seorang siswa kelas V Tyas Ayuningrum berhasil memeragakan enam tata cara mencuci tangan yang benar menurut WHO, yakni tuang cairan sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar, usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian, gosok sela-sela jari tangan hingga bersih, bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci, gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian, dan terakhir letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.

Kepada Tyas, Ganjar pun memberikan hadiah berupa tabungan sebesar Rp 500 ribu. Tyas juga diminta untuk menanamkan budaya cuci tangan tersebut kepada teman-temannya agar menjadi anak yang sehat dan menjadi generasi penerus yang tangguh.

“Kalau mau jadi dokter harus pintar cuci tangan sebelum makan. Nanti teman-temannya juga diajari ya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ganjar juga memberikan hadiah laptop kepada seorang siswa bernama Pinkan Safitri kelas V yang dilancar menyanyikan lagu Yaa lal Wathon.

Sebagai informasi, Perkemahan Santri Madrasah Diniyah Awaliyah digelar pada 21-22 Oktober 2017 ini untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2017. Peserta yang mengikuti perkemahan ini mencapai 1.164 orang, denga 44 tenda putra dan 53 tenda putri, di mana masing-masing tenda digunakan untuk 12 orang.

 

Reporter : Kh, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng


2017-10-22 06:37:29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *