Ganjar Pranowo, Rebutan Foto Bersama, dan Diplomasi Kopi

Spread the love

Suasana di Desa Tambak Selo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2015) sore lalu, heboh. Masyarakat desa yang terletak di pelosok itu menantikan kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bagi mereka, didatangi pemimpin dan memiliki kesempatan untuk berdialog langsung adalah hal yang langka dan istimewa.

Saat Ganjar tiba, wajah para warga yang telah berkumpul terlihat puas. Pertemuan pun berlangsung tanpa sekat dan dalam suasana hangat. Ganjar mampir di rumah salah seorang warga, Sri Rahayu, selama 30 menit, tanpa pengawalan ketat.

Setelah melihat usaha industri rumahan di desa itu, Ganjar mencicipi jajanan yang disuguhkan. Tak berapa lama, ia mengambil sebuah mikrofon dan menyapa warga.

“Siapa tadi yang mau foto dengan saya,?” seru Ganjar, yang seketika itu langsung berdiri.

Warga pun berebutan menarik politisi PDI Perjuangan ini untuk foto bersama secara bergantian. Juru foto Pemprov Jawa Tengah yang semula santai, mendadak sibuk. Entah berapa puluh foto yang dijepretnya.

Di antara warga yang berebut foto dengan Ganjar, ada seorang nenek yang meminta foto sendirian dengan sang Gubernur. Ia menempatkan lengan kanannya di sela tangan kiri Ganjar dan meminta yang lainnya untuk menyingkir.

“Yang lain, minggir. Aku tak foto sama Pak Gubenur. Minggir-minggir,” teriak ibu itu.

Namun, warga lain tak mengindahkan permintaan ibu itu dan berdesakan untuk ikut foto bersama.

Diplomasi Kopi

Kebiasaan Ganjar menyambangi warga tak hanya dilakukannya ke desa-desa. Ia juga sering membangun dialog secara langsung dengan para pegawai pemerintah. Salah satu yang sering dijalankannya sering disebut dengan forum “diplomasi kopi”. Biasanya, bersama para pegawai pemprov, Ganjar duduk lesehan sambil menikmati kopi. Perbincangan pun berjalan mengalir. Melalui kopi, ia mengajak pegawainya itu duduk lesehan. Semua bebas bicara, tak ada sekat antara majikan dengan bawahan. Pada kesempatan itu, Ganjar biasanya memberikan berbagai masukan tentang pelayanan pemerintahan dan persoalan yang ada di masyarakat.

Diplomasi kopi juga dilakukan Ganjar saat berkomunikasi dengan kalangan civitas akademika. Para mahasiswa, dosen diajak berdiskusi di kantin kampus, yang terbuka untuk siapa pun.

Untuk kalangan remaja, Ganjar juga menggelar dialog “Gubernur Mengajar”. Hal itu dilakukannya setiap pekan di berbagai daerah.

Dengan terobosan pola komunikasi yang dibangunnya, Ganjar membuat terobosan untuk membangun hubungan yang lebih cair dengan warga. Tanpa disadari, masyarakat mungkin “tersihir” dengan cara yang dilakukannya.

SUMBER: megapolitan.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *