Ganjar Optimistis Asinan Timun Blora Bisa Mendunia

Spread the love

Blora – Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP meninjau proses produksi pembuatan asinan timun jepang yang dibuat oleh Koperasi Cahaya Wiratagama Mandiri di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Rabu (27/12). Koperasi tersebut mendapat apresiasi dari Ganjar karena produk olahannya mampu diekspor ke Jepang dengan omset sekitar Rp 300-400 juta tiap bulannya.

Didampingi Bupati Blora Djoko Nugroho yang akrab disapa Kokok, Wakil Bupati Blora Arief Rohman serta Forkopimda setempat, Ganjar melihat proses produksi asinan timun jepang mulai dari pemotongan hingga pengasinannya.

Menurut Ganjar, masih ada yang mesti dibenahi dalam memroduksi asinan tersebut. Di antaranya, standar kebersihan dan kehigienisan lantai tempat proses produksi yang masih perlu ditingkatkan. Kendati begitu, dia optimistis dengan pendampingan, produksi lokal itu bisa berkualitas internasional.

“Usaha lokal ini bisa berkualitas internasional, maka ini mesti dibina. Pembinaannya pertama harus bersih dan higienis, maka yang di bawah harus diporcelain semuanya. Cara pengolahannya juga harus memperhatikan kesehatan,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Ganjar tidak ingin usaha lokal itu kehilangan prospek pasar internasional hanya karena pengolahannya kurang memperhatikan kebersihan dan kehigienisannya. Terlebih, konsumen di luar negeri sangat memperhatikan kebersihan.

“Inikan mau dilihat sama orang Jepang. Jadi kebersihannya harus dijaga agar mereka nanti mau terus beli. Mereka sangat memperhatikan kebersihan,” ujarnya.

Ditambahkan, pendampingan juga mesti dilakukan pada sektor hulu atau budidaya timun jepang. Sehingga bisa menghasilkan timun jepang yang sesuai dengan standar yang diinginkan oleh konsumen di luar negeri.

“Konsumen di Jepang ternyata lebih suka yang ukuran pas dengan kotakannya dan tidak terlalu besar. Artinya di sisi produksi atau budidayanya harus disiapkan pertanian yang bisa memroduksi timun sesuai dengan ukuran itu,” tutur gubernur.

Alumnus UGM itu berharap melalui pembinaan, mereka bisa menghasilkan produk yang langsung diekspor ke Jepang. Apalagi saat ini mereka hanya mengekspor produk setengah jadi.

“Harapannya mereka bisa memproduksi dari sini dan langsung bisa ekspor karena sekarang ini baru setengah jadi sampai Jepang. Tapi sampai tahap itu saja sudah luar biasa,” beber orang nomor satu di Jawa Tengah ini.

Di samping pembinaan, imbuh Ganjar, pemerintah juga akan membantu menyelesaikan permasalahan garam yang harganya dinilai terlalu mahal, mengingat beban biaya produksi yang terlalu besar. Untuk itu, dia berupaya membantu koperasi tersebut agar membeli garam langsung dari petani yang ada si Rembang agar mendapatkan harga jauh lebih murah.

 

Penulis : Kh, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng


2017-12-27 13:08:41

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *