Ganjar Minta PKK Bikin Gerakan Sehari Bicara Baik

Spread the love

Semarang – Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah diminta menjadi salah satu pionir dalam mengawal program pemerintah. Mulai dari mengawal 1.000 hari pertama kehidupan manusia, berbagai penanganan permasalahan kesehatan, lingkungan hidup, pembentukan karakter pada anak, hingga menjaga keutuhan NKRI.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melantik TP PKK Provinsi Jawa Tengah Masa Bakti 2018-2023, di Wisma Perdamaian, Kamis (13/12). Pelantikan tersebut berdasar pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 411.4/158 tanggal 22 November 2018 tentang Pengangkatan Keanggotaan Tim Penggerak PKK Jateng Masa Bakti tahun 2018 – 2023 dengan Ketua Siti Atikoh Ganjar Pranowo.

“Sekarang sudah sah, tinggal bekerja. Semua penggerak PKK di seluruh Jateng kita gerakkan semua, PR-nya masih banyak,” kata Ganjar.

Pada kesempatan itu, Ganjar sekaligus melepas tim penggerak PKK masa bakti 2013 – 2018. Ganjar mengatakan tim penggerak PKK masa bakti saat ini mesti mencontoh tim penggerak periode lalu karena telah berhasil menuai banyak prestasi, salah satunya Juara Umum pada Lomba Hari Kesatuan Gerak PKK Nasional Tahun 2017 dan 2018.

“Pasti punya inovasi dan pengalaman, saya yakin pengurus memiliki itu. Sekali-kali PKK bikin gerakan satu hari bicara baik. Sing nyinyir ora enthuk. Sekarang dunia lain (medsos) harus kita selaraskan dengan dunia nyata,” sorotnya.

Selain itu, Ganjar ingin 10 program pokok PKK itu benar-benar dijalankan dengan perencanaan yang matang. Karena 10 program pokok PKK itu, menurut Ganjar sangat komplet dan Indonesia banget. Sebab, mencakup perilaku dan sikap orang Indonesia dari perhatian terhadap keluarga, lingkungan, sampai bernegara.

“PKK harus melek teknologi. Awasi anak yang bermedsos ria. Kalau untuk ngaji boleh, game yang positif boleh, game yang tembak-tembakan, tukaran, jangan. Olahraga boleh,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Ketua Dewan Pembina TP PKK Provinsi Jawa Tengah itu kembali mengingatkan cerita di mana ada orangtua yang bertanya pada anaknya tentang cita-cita yang diinginkan. Dengan sedikit sumringah orangtua itu yakin bakal mampu memenuhi keinginan anak itu. Namun, justru anak itu menjawab, jika dia ingin jadi handphone.

“Lho kenapa ingin jadi handphone? Karena bapak-ibu saya mau tidur nyari handphone, bangun tidur nyari handphone, tidur handphone dikeloni, dibawa terus. Jadi saya ingin seperti handphone,” ungkap gubernur.

Selain itu Ganjar juga berpesan agar PKK menjadi salah satu organ yang menyukseskan programnya pada periode kepemimpinan yang kedua ini. Soal kesehatan misalnya, PR pencegahan stunting masih terus digenjot. Juga soal lingkungan, di mana musim hujan telah tiba, dan banyak ditemukan sampah yang mengakibatkan saluran tersumbat, dan terjadi banjir.

“Soal mengurus kesehatan, soal stunting. Saya punya program Jateng Gayeng Nginceng Wong Menteng, ini ibu-ibu sangat paham. Ayo kawal bareng. Soal lingkungan, iki wis musim hujan banjir. Persoalannya adalah sampah. Kita sudah punya gerakan tapi kurang laku, nah PKK ini bisa jadi senjata,” tandasnya.

 

Penulis : Ib, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng


2018-12-13 08:31:10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *