Ganjar Minta Biaya Kargo Kepokmas ke Luar Jawa Ditekan

Spread the love

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus berpikir keras untuk mengatasi anjloknya harga-harga pertanian, khususnya bawang dan cabai di Jateng. Agar harga stabil kembali, sejumlah tindakan dilakukan, salah satunya dengan menjual produk hasil pertanian Jateng ke luar Jawa yang diyakini memiliki pasar bagus.

Hal itu disampaikan Ganjar saat beraudiensi dengan Anggota Komisi XI DPR RI di Semarang, Kamis (14/2/2019). Pada kesempatan itu, Ganjar menegaskan jika Pemprov Jateng tidak tinggal diam dan melakukan sesuatu agar para petani tidak merugi.

“Selain memerintahkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli cabai dan bawang langsung dari petani, sejumlah kebijakan lain juga sudah kami lakukan. Salah satunya menjual hasil pertanian ke luar Jawa yang harganya bagus,” kata dia.

Ganjar menegaskan, pihaknya sudah menemukan pasar yang bagus di luar Jawa, yakni di Padang, Kalimantan Tengah, Batam dan Kalimantan Selatan. Beberapa waktu lalu sudah dilakukan, yakni dengan mengirimkan hasil pertanian dari Kebumen ke Padang dengan biaya ekspedisi Rp4,7 juta per ton dengan waktu tempuh tiga hari.

Sebenarnya, lanjut dia, jarak waktu itu bisa dipangkas jika pengiriman menggunakan pesawat terbang. Namun persoalannya saat ini, biaya kargo pesawat terbang yang mahal.

“Sekarang biaya kargo naik dari yang semula Rp12.000 per kilogram menjadi Rp34.000 per kilogram. Ini juga menjadi kendala proses pengiriman ke luar Jawa, untuk itu kami minta bantuan dari Komisi XI agar bisa dibantu,” tambahnya.

Selain bernegosiasi dengan Menteri Perhubungan untuk memberikan diskon kargo khusus, Ganjar juga akan memberikan bantuan berupa subsidi transportasi bagi para petani. Nantinya, sebagian besar produk pertanian akan dikirim ke daerah-daerah itu, biaya transportasi disubsidi oleh pemerintah.

Gubernur menerangkan masih mencari mekanisme untuk program subsidi transportasi tersebut apakah bisa dari dana pemerintah, Coorporate Social Responsibility (CSR) atau sektor lain.

“Bahkan kami juga memiliki ide untuk pinjam punya tentara, jadi pengiriman hasil pertanian ke luar Jawa itu menggunakan pesawat Hercules. Namun ini mesti izin dulu dengan Mabes TNI AD,” terangnya.

Pada intinya, lanjut mantan anggota DPR RI ini, semua tindakan darurat untuk mengatasi persoalan anjloknya harga pertanian secepatnya dilakukan, untuk mengendalikan inflasi yang ada di Jateng.

Sementara itu, Ketua Tim Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno mengatakan siap membantu Pemprov Jateng untuk mengatasi persoalan anjloknya harga-harga hasil pertanian, termasuk meminta Menteri Perhubungan untuk memberikan diskon kargo bagi komoditas pertanian.

“Memang, tindakan darurat harus dilakukan untuk menjaga inflasi. Anjloknya harga pertanian ini kalau tidak diatasi serius pasti akan berdampak pada inflasi,” ujarnya.

Penulis : Bw, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng


2019-02-14 09:13:54

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *