Ganjar Lepas Mudik Gratis dengan Kereta Api

Spread the love

Jakarta – Setelah melepas ribuan pemudik Jawa Tengah menggunakan bus pada Selasa lalu, kini Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP kembali melepas mudik gratis dengan menggunakan moda transportasi kereta api di Stasiun Pasar Senen, Kamis (22/6). Tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan tiga rangkaian KA, yakni KA Gajah Wong jurusan Senen-Kutoarjo berkapasitas 720 penumpang, KA Menoreh jurusan Senen-Semarang Tawang berkapasitas 640 penumpang dan KA Jaka Tingkir jurusan Senen-Purwosari Solo berkapasitas 608 penumpang.

Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur Drs H Heru Sudjatmoko MSi mengatakan jumlah rangkaian yang diberangkatkan untuk mudik gratis tahun ini ditambah dari satu rangkaian menjadi tiga rangkaian agar dapat lebih banyak mengakomodasi warga Jawa Tengah berpenghasilan rendah yang tinggal di Jakarta. Mereka bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga, kuli bangunan, buruh pabrik, hingga pedagang asongan bisa pulang ke kampung halaman. Melalui mudik gratis, diharapkan silaturahmi yang mungkin terputus lantaran ketiadaan biaya dapat disambung kembali.

“Mereka yang tidak mampu kita dorong ke kereta. Kenapa kita pilih kereta? Karena mereka sebenarnya merasa lebih aman dan nyaman,” katanya

Menurut Ganjar, penambahan rangkaian KA ini dilakukan karena animo masyarakat yang memilih menggunakan moda transportasi KA juga meningkat. Terlebih, jumlah pemudik asal Jawa Tengah juga paling banyak, yakni mencapai sekitar 8 juta pemudik.

Untuk mengakomodasi besarnya jumlah pemudik tersebut, imbuh gubernur, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan ikut mengakomodasi pemudik lewat jalur laut. Tidak hanya itu, dia juga mendorong para pemudik menggunakan layanan mudik gratis yang diselenggarakan oleh BUMN maupun partai-partai politik.

“Kita nge-link juga dengan Kementerian Perhubungan yang punya kapal. Kita dorong agar mereka yang tidak bisa terkover oleh kita masuk ke perhubungan. BUMN Peduli juga kemarin membuat mudik bersama, partai-partai juga membuat itu kita salurkan apalagi Jawa Tengah kan banyak,” ujarnya.

Ganjar berharap dengan banyaknya fasilitas mudik menggunakan alat transportasi publik akan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sehingga juga mampu menekan jumlah kecelakaan lalu lintas saat arus mudik lebaran yang selalu didominasi oleh kendaraan pribadi.

Sementara itu, terkait urbanisasi pascalebaran ke kota besar, seperti Jakarta ditanggapi wajar oleh mantan anggota DPR RI ini. Menurutnya, urbanisasi tidak masalah jika mereka terdata dengan baik dan mempunyai keterampilan. Sehingga, saat berada di kota besar mereka memiliki peluang lebih besar mendapatkan pekerjaan dan tidak terjerumus ke dunia kriminalitas.

Untuk meminimalkan urbanisasi, dia terus mendorong bupati/ wali kota membuka lebar jalur investasi agar daerah-daerah juga bisa memunculkan industri dan lapangan pekerjaan. Sehingga akan terjadi pemerataan penyebaran penduduk dan tidak hanya berpusat di kota besar saja.

“Jadi kalau kami membuka banyak lapangan kerja mereka tidak perlu pergi. Tapi kami tidak bisa pungkiri ketika itu belum ada pasti dia harus survive, dia harus mencari ke tempat lain dan itu hak mereka,” pungkasnya.

 

Reporter : Kh, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 
2017-06-22 06:07:49

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *