Ganjar Jenguk Haji Zaenuri dan Menantunya yang Dibacok Pengamen

Spread the love

Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo menjenguk H Ahmad Zaenuri dan Agus Nurus Saban di Rumah Sakit Tugu Semarang, Senin (19/3/2018) petang. Keduanya adalah korban pembacokan yang dilakukan pengamen depresi.

Ganjar tiba di ruang perawatan Kenanga kamar nomor lima pukul 18.00. Sejumlah keluarga korban nampak menunggui di samping tempat tidur Zaenuri dan Agus.

“Maturnuwun sampun rawuh pak gub,” kata Zaenuri dengan nada lemah. Ia masih terbaring di tempat tidurnya. Tangan kirinya dibalut perban. Begitu juga pada kepala bagian kanan dan kaki kiri pengurus NU ranting Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kendal itu.

Sedangkan luka pada Agus yang tak lain menantu Zaenuri hanya di pelipis kanan.

Keduanya akan menjalani operasi besok siang, Selasa (20/3/2018). Luka di kepala Agus akan di jahit. Sedangkan operasi lebih serius akan dijalani Zaenuri karena luka di tangannya mengenai pembuluh nadi.

“Mohon doa agar operasinya lancar pak gub,” kata Agus.

“Ya wes mudah-mudahan lancar semua ya, lekas sehat, seger waras,” timpal Ganjar.

Ganjar mengatakan sudah menelepon Direktur Utama RSUD Tugurejo, untuk memberi perhatian lebih kepada dua korban.

Politisi PDI Perjuangan itu juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Informasinya, si pelaku sudah ditangkap serta masih menjalani proses penyidikan. Mengenai motif, sejauh ini polisi menyimpulkan sebagai tindak kriminal biasa.

Pelaku yakni Suyatno alias Bogel (35) diduga ingin merampas tas Agus. Peristiwa itu terjadi di rumah KH Zainuri, Dukuh Krajan, Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kendal, Sabtu (17/3/2018). Pelaku yang diduga depresi karena dicerai isterinya itu dihajar massa usai membacok Zaenuri dan Agus.

“Kepolisian sudah memproses. Sudah ditangkap orangnya. Dan coba mau dikembangkan motif dari kejadian itu,” ungkap Ganjar.

Alumnus UGM itu berujar kondisi terbaru KH Zainuri masih butuh perawatan.

“Dibanding menantunya, pak kyai lebih banyak lukanya. Tapi alhamdulillah tadi saya tanya semuanya lancar. Tidak ada pusing-pusing. Pak kyai masih bisa guyon (bercanda),” imbuhnya.

Sementara itu, adik Zaenuri, Solikhin, mengungkapkan kepada Ganjar bahwa pelaku terindikasi lebih dari satu. Ia mendapat informasi dari warga jika pelaku datang ke rumah korban bersama temannya. Ia pun sempat melihat pelaku menyambangi rumah korban beberapa hari sebelum kejadian.

“Infonya pelaku datang diboncengkan temannya naik motor, tapi belum ketemu siapa orangnya. Saya juga pernah melihat pelaku duduk di depan rumah kakak saya, melihat saya dia kabur ke timur,” kata Solikhin yang rumahnya di seberang rumah Zaenuri.