Evaluasi Keterbukaan Informasi, Ganjar : “Citizen Jurnalism” Jadi Kontrol Pemerintah

Spread the love

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan inovasi keterbukaan informasi. Tak sekadar mempermudah hak informasi masyarakat, namun juga berupaya komunikatif dan responsif dengan warganya.

 

“Bukan hanya mempermudah, inovasi juga dilakukan lebih komunikatif dan responsif,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat presentasi Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Nasional secara daring, Selasa (6/10/2020).

 

Menurutnya, informasi dan hak informasi sekarang tidak mampu lagi dibendung. Sebab, teknologi membuat kemudahan bagi masyarakat untuk menyebarluaskan informasi atau disebut citizen jurnalism (jurnalisme warga).

 

“Kita sering berdebat dan berdiskusi panjang tentang informasi yang layak dan tidak layak di-share, tapi teknologi informasi tidak bisa dibendung. Jadi alat ini (handphone) bisa menjadi berkah, bisa juga menjadi musibah,” lanjutnya.

 

Ganjar menjelaskan, keberadaan citizen jurnalism justru menjadi kontrol bagi pemerintah. Namun, perlu dilakukan eliminasi terhadap akun no name yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

 

“Sebenarnya dengan adanya citizen jurnalism itu positif untuk kontrol pemerintah. Mereka bisa share jalan rusak, pungli di sekolah dan rumah sakit, misalnya. Nah, ini bisa ditindaklanjuti untuk memperbaiki kondisi,” tuturnya.

 

Ganjar mencontohkan, ada kasus pelanggaran penerapan protokol kesehatan yang dilakukan oleh pejabat.

 

“Ada pejabat yang menyelenggarakan dangdutan. Trus ada yang mengaku tidak hadir, tapi di video ada. Inilah fungsi citizen jurnalism sebagai kontrol bagi pemerintah,” tandasnya. (Wk/Ul, Diskominfo Jateng)

 


2020-10-06 14:55:03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *