Evaluasi, Ganjar Minta Data di Desa Binaan Diperbaiki

Spread the love

SALATIGA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta ada perbaikan data di setiap desa binaan OPD Provinsi Jawa Tengah. Pasalnya, saat ini data masih menjadi persoalan.

“Yang jelas soal data masih menjadi problem. Sehingga perlu pendampingan untuk perbaikan data di masing-masing desa,” ujar Ganjar saat Konsinyering Evaluasi Desa Dampingan 2019 dan Koordinasi Rencana Pelaksanaan Desa Dampingan 2020, di Salatiga, Jumat (13/3/2020).

Untuk itu, pelaksanaan program pada 2020, di setiap desa pendampingan bakal dilengkapi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng lewat Arsip Emas (Arsip Elektronik Masyarakat).

“Kalau sudah nanti kita buatkan sistem, sampai template. Sehingga kalau orang turun ke desa bisa langsung melihat problem sampai penyelesaiannya beserta channeling-nya. Pentahelix-nya bagaimana,” paparnya.

Selain pendataan yang bakal diintensifkan pada tahun ini, sinergitas antar-OPD juga bakal diberlakukan. Menurut Ganjar, beberapa OPD atau dinas selama ini mengalami hambatan ketika melakukan kerja-kerja teknis.

“Tadi akhirnya kan nemu, Kominfo ternyata ada program internet desa, SMK bisa dikerjakan yang lebih konkret untuk praktikum. UKM juga bisa dikerjakan. Sehingga sinergitas antar OPD ini bisa dikerjakan secara sistematis sampai desa,” imbuh orang nomor satu di Jateng ini.

Serius melaksanakan program tersebut, Ganjar bahkan berencana akan melibatkan siswa-siswi SMK.

“Itu bagus, saya usulkan kita libatkan siswa SMK untuk membangun lewat program KKN. Maka ini akan jadi kekuatan gotong royong,” tuturnya.

Diluncurkan sejak pertengahan tahun 2019, saat ini seluruh OPD Provinsi Jawa Tengah mendampingi 475 desa dari 14 kabupaten yang masuk zona merah kemiskinan. Meski menunjukkan trend positif, Ganjar mengatakan terus mengawasi dan mengevaluasi program tersebut.

Program Satu OPD Satu Desa tersebut diinisiasi Ganjar dalam rangka percepatan penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah agar mencapai satu digit. Jika pada awal tahun ini total warga miskin di Jawa Tengah mencapai 10,57 maka di tahun ini target penurunannya di angka 9,81 persen dan 7,48 di akhir periode kepemimpinan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maemoen.

“Ini kan sudah dimulai OPD provinsi, jika kabupaten juga oke dan disusul perusahaan, perguruan tinggi masuk kan keroyokannya menjadi lebih bagus. Sehingga penurunan kemiskinannya bisa lebih cepat,” pungkasnya. (Wk/Ul, Diskominfo Jateng)

 


2020-03-13 08:31:50

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *