Ditinggal Ayah, Ganjar Tabah  

Spread the love

 

Purworejo – Cuaca mendung menyelimuti suasana pemakaman Almarhum H S Parmudji Pramudi Wiryo, ayah Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, Senin (3/4). Sepanjang perjalanan dari rumah duka Jalan Kantor Pos 10A RT 01/RW 08 Semawung, Daleman, Kutoarjo, Purworejo menuju peristirahatan terakhir sang ayah, mantan anggota DPR RI itu memanggul keranda ayahnya. Prosesi pemakaman pun berjalan khidmat.

Sepanjang siang itu, pelayat silih berganti menyampaikan ucapan belasungkawa. Beberapa pelayat yang hadir di antaranya Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Mayjen TNI Jaswandi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP, Wakil Walikota Semarang Hj Hevearita Gunaryanti, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Dwikorita Karnawati MSc PhD, dan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah.

Saat berada di rumah duka, Gubernur Ganjar tampak tabah. Sementara, istrinya Hj Atikoh Ganjar Pranowo tak mampu membendung air mata. Namun, Ganjar dan keluarga besarnya telah mengikhlaskan kepergian ayah tercinta yang sempat dirawat di RS dr Sardjito selama hampir dua bulan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi menyampaikan sambutan saat upacara pelepasan jenazah di rumah duka. Heru mengungkapkan, Gubernur Ganjar Pranowo adalah pribadi yang bertanggung jawab, baik terhadap tugas sebagai kepala daerah yang diembannya maupun sebagai putera.

Mantan bupati Purbalingga itu membeberkan, di sela kesibukan dan tugasnya sebagai orang nomir satu di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar selalu menyediakan waktu khusus untuk menunggui ayahnya yang dirawat di RS dr Sardjito. Bahkan, pada akhir pekan lalu masih menjenguk ayahnya yang terbaring di ICU rumah sakit. Namun, pada Senin pagi (3/4), Ganjar bertolak ke Semarang untuk menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di kantornya. Di tengah pertemuan dengan Banggar DPR RI, Ganjar memperoleh kabar duka tersebut. Dia pun memohon izin untuk berangkat ke Kutoarjo.

“Ini semua menggambarkan bagaimana sosok gubernur kita yang selalu bertanggung jawab terhadap tugasnya di satu sisi. Di sisi lain, cinta kasih dan hormatnya kepada orang tua tidak kurang sedikit pun,” ungkap Heru.

Menurut Wagub, almarhum H S Parmudji Pramudi Wiryo merupakan sosok ayahanda yang berhasil mendidik putera-puterinya menjadi orang sukses yang mampu menjadi teladan bagi masyarakat.

“Kepergian ayahanda kita yakini membawa hikmah. Kami menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya karena almarhum H S Parmudji adalah ayah yang berhasil mendidik putera-puterinya. Izinkan kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, rasa empati di tengah-tengah kesibukan Bapak Gubernur karena tugas kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan. Kami semua terharu karena pada masa-masa terakhir sebelum ayahanda dipanggil, beliau mengkhususkan waktunya untuk menunggui ayahanda yang sedang dirawat dan cukup lama dirawat di RS Sardjito,” tandasnya.

 

Penulis : Ar, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 
2017-04-03 11:54:51

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *