Dianggap Unik, Gaya Milenial Ganjar Diteliti Mahasiswa Paramadina

Spread the love

Semarang – Mahendra Aji Pratama dan Novi, dua mahasiswa tingkat akhir Prodi Hubungan Internasional dari Universitas Paramadina Jakarta secara khusus mendatangi Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Puri Gedeh), Kota Semarang, Selasa (13/11). Mereka datang untuk melakukan wawancara penelitian terkait keberhasilan Ganjar dalam memimpin provinsi ini.

Kedatangan mahasiswa Universitas Paramadina itu disambut hangat Ganjar Pranowo. Ditemani teh hangat dan jajanan pasar, mereka asyik ngobrol dan berdiskusi mengenai gaya kepemimpinan orang nomor satu di Jawa Tengah itu yang dianggap millenial.

“Kedatangan kami ini dalam rangka melaksanakan tugas dari kampus terkait bagaimana para pemimpin daerah melakukan tugasnya. Kami tertarik dengan pak Ganjar karena kami anggap beliau pemimpin unik yang memimpin dengan gaya millenial,” kata Mahendra.

Menurut dia, gaya kepemimpinan Ganjar berbeda dengan birokrat lainnya. Gaya millenial dan pemanfaatan teknologi informasi mampu menjadikan Jateng sebagai provinsi yang terus berkembang dan maju.

“Pak Ganjar dengan gebrakan-gebrakannya terbukti mampu membuat Jateng maju. Birokrasinya juga berjalan bagus dan sangat memudahkan masyarakat,” terangnya.

Mahendra menegaskan, gaya kepemimpinan Ganjar yang millenial tidak seperti biasa. Gaya itu jarang dilakukan pejabat sebelumnya.

“Kalau dulu pejabat itu terkesan angkuh dan sulit ditemui, pak Ganjar ini sangat milenial dan mudah bertemu, ngobrol dengan masyarakat. Birokrasi yang casual inilah membuat masyarakat Jateng saat ini semakin mudah untuk bertemu atau melaporkan segala hal kepada gubernurnya,” tegasnya.

Ditambahkan, dengan memanfaatkan platform digital media sosial, Mahendra telah sukses memimpin Jawa Tengah. Menurutnya, gaya millenial Ganjar patut ditiru dan dicontoh oleh para pemimpin daerah lainnya.

“Dengan gaya kepemimpinan beliau yang millenial ini, Jawa Tengah kini menjadi provinsi yang diperhitungkan di tingkat nasional. Ini bagus sekali dan perlu dijadikan contoh daerah lain,” pungkasnya.

Di hadapan para mahasiswa itu, Ganjar Pranowo mengatakan, apa yang sudah diraihnya saat ini bukanlah perkara mudah. Untuk mengubah sistem khususnya birokrasi, dia harus berjuang keras.

“Karena ini tidak mudah, apalagi menata birokrasi yang dulunya konvensional menjadi modern. Perlu perjuangan yang keras hingga jadi seperti saat ini,” kata dia.

Selain mengubah birokrasi dari yang biasanya dilayani menjadi melayani, Ganjar juga mengatakan berjuang keras mewujudkan pemerintahan yang bersih. Beberapa kali dirinya mencopot pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran serius, khususnya persoalan korupsi, gratifikasi dan sebagainya.

“Kalau yang berat-berat langsung saya copot, tapi kalau pelanggarannya ringan dan masih bisa dibina, maka kami bina,” terangnya.

Disinggung mengenai keberhasilannya menggunakan media sosial untuk kelancaran pemerintahan, Ganjar mengatakan jika hal itu memang sangat membantu. Meski demikian, keterbukaan itu juga kerap dimanfaatkan orang yang tidak suka dengan dirinya.

“Kendalanya ya itu, banyak juga yang nyinyir di medos saya. Tapi saya menganggap itu hanya bumbu saja dalam menjalankan pemerintahan ini,” tutupnya.

 

Penulis : Bw, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng

 
2018-11-13 09:15:53

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *