Di Sekolah Inilah Program Gubernur Mengajar Pertama Kali Dilaksanakan

Spread the love

Telah empat tahun Ganjar Pranowo melaksanakan program Gubernur Mengajar. Ratusan sekolah di berbagai pelosok Jateng telah disinggahi. Namun siapa sangka, bahwa di SMAN 1 Magelang lah Ganjar mulai menapakkan kaki menjalankan program tersebut.

Saat itu, didampingi sang istri Siti Atiqoh, Ganjar berbagi wawasan soal kebangsaan dan nasionalisme. Momen yang luar biasa tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh 170 siswa pada hari Senin 9 September 2013.

Didampingi Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Ganjar disambut dengan tari tradisional Jawa Gambyong. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mendapat sambutan antusias dari siswa untuk mengikuti pelajaran bermateri ‘Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional’.

Suasana hangat pun sangat terasa. Satu per satu siswa melontarkan tanya pada gubernur yang identik dengan rambut putih tersebut, mulai dari persoalan bangsa, sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, mahal dan langkanya kedelai, sumberdaya alam energi yang dikuasai asing dan lainnya.

Ganjar Pranowo dengan telaten menjawab pertanyaan demi pertanyaan secara gamblang. Tidak kurang empat jam waktu dihabiskan Ganjar, namun demikian tak cukup untuk menerima dan menjawab segala pertanyaan. Ganjar pun memberikan alamat email dan twitter, agar komunikasi langsung terus terjalin.

“Silakan catat email dan Twitter saya. Jika ada pertanyaan, keluhan silakan kirim ke email saya,” ungkap Ganjar mengakhiri kegiatan belajar mengajarnya itu.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menghadirkan 3 siswa-siswi yang berhasil menyabet 3 medali emas pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) dari 26 medali emas yang diraih oleh Jateng dan berhasil meraih predikat juara umum di Bandung.

“Kami harap mereka tahu tentang problem-problem di Indonesia maupun Jateng. Ternyata, para siswa luar biasa, dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan di luar dugaan. Melalui kegiatan seperti ini, saya bisa memotret apa yang ada kemudian mendialogkan dengan mereka. Mudah-mudahan ini menjadi bagian tanggapan masyarakat, khususnya para remaja dan gubernur menyikapinya tanpa basa-basi,” tegasnya.