Desone Maju, Rakyate Sejahtera

Spread the love

Kalau kamu berkunjung ke Jawa Tengah, mungkin kamu sudah kenal kota Semarang, kota Purwokerto, apalagi kota Solo. Tapi, apa kamu kenal Desa Wanurejo di Magelang? Atau apakah kamu kenal desa Campurejo di Temanggung?

Desa Wanurejo adalah salah satu desa wisata di Borobudur, Kabupaten Magelang yang memiliki konsep bahwa masyarakat desa bersama pengelola Borobudur dan pemerintah daerah, gotong-royong mempromosikan wisata Candi Borobudur dan desa wisata disekeliling Borobudur untuk memikat wisatawan baik turis lokal maupun asing untuk dapat menikmati keindahan pariwisata disana.

Funbike mengelilingi desa, ataupun membuat anyaman bersama masyarakat desa menjadi salah satu daya tarik desa wisata ini.

Sedangkan desa Campurejo di Temanggung, adalah salah satu desa tembakau yang masyarakatnya mampu mengakses internet secara gratis untuk mendapatkan informasi. Baca: Petani Tembakau di Pelosok Temanggung Sudah Punya Website 

Desa Campurejo di Temanggung diresmikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo sebagai desa cyber pertama di Jawa Tengah. Sehingga masyarakat desa mampu mengakses internet dan mencari informasi terkait kebutuhan-kebutuhan petani tembakau di desa tersebut untuk kemajuan desa.

Mimpi Gubernur Ganjar Pranowo di Jawa Tengah adalah menjadikan dua contoh desa-desa diatas menjadi desa berdikari seantero desa-desa di Jawa Tengah, khususnya mampu secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik pangan dan energi. Menurutnya, rintisan model desa berdikari dibangun dengan konsep kawasan bukan hanya desa sebagai wilayah administratif, tetapi lebih didasarkan pada potensi yang dimiliki serta inter-relasi antar desa. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah kita tidak memulai dari nol, melainkan starting from the end. Desa kita sudah ada, bukan tidak ada. Pemetaan potensi sudah dilakukan, selanjutnya potensi yang ada inilah perlu terus difasilitasi untuk dikembangkan.

Program konkret yang telah dilakukan di provinsi Jawa Tengah adalah memberikan dana bantuan desa sebesar 40 juta rupiah untuk desa maju, 60 juta rupiah untuk desa sedang dan 100 juta rupiah untuk desa tertinggal.