Desa Mangrove di Brebes Ini Bikin Mas Ganjar Jatuh Hati

Spread the love

Mata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbinar melihat hamparan mangrove di Desa Pandansari, Kecamatan Kaliwlingi Kabupaten Brebes, Kamis (21/12). Tidak cukup di situ, rona wajah suami
Siti Atiqoh menjadi sumringah tatkala mengetahui tata kelola kawasan yang menjadi salah satu wisata andalan tersebut.

Berkat pejuangan gigih anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Mangrove Sari, hamparan pohon dengan akar yang kokoh tersebut disulap menjadi Wisata Dewi Mangrove sari. “Dewi Mangrove Sari
ayu tenan. Pantaine apik. Saka musibah dadi barokah. Zaman biyen iki tambak sing kenging abrasi. Saiki lemahe klelep. Panjenengan semangate luar biasa, ikhtiar serius, dongane yo serius.
Banjur disulap dadi pariwisata. Tibake sak donya wis sinau mangrove wonten mriku.”

Demikian Ganjar Pranowo mengatakan yang dalam bahasa Indonesia bermaksud, Dewi mangrove Sari sangat cantik, bermula musibah menjadi barokah. Dahulu, wilayah tambak ini terkena abrasi,
sekarang tenggelam tanahnya. Semangat Anda (anggota Pokdarwis) luar biasa, ikhtiar (berjuang) serius, juga berdoa serius. Kemudian disulap menjadi daerah pariwisata. Ternyata, seluruh dunia
sudah belajar di situ.

Benar, mulanya kawasan tambak tersebut terus menerus mengalami musibah abrasi. Sekarang, atas perjuangan seluruh anggota kelompok sadar wisata mampu meraup pendapatan mencapai Rp 2,4 miliar
per tahun.

Pendapatan tersebut berasal dari tiket masuk Rp 15.000 per orang. Nah, dari uang pendapatan tiket tersebut ternyata tidak dinikmati segelintir orang atau hanya untuk menambal sulam
operasional semata.

“Tiket masuk Rp 15.000. Setahun bisa mengumpulkan Rp 2,4 miliar. Yang membuat saya bangga, ternyata tiket Rp 15.000 itu dibagi-bagi. Buat anak yatim piatu Rp 100 per tiket, karang taruna Rp
100, RT/RW Rp 300, asuransi Rp 500, seribu buat desa, Rp 3.000 buat pemkab, lainnya untuk operasional. Rp 15.000 sudah membuat berkah siapapun,” kata dia.

Ganjar juga berpesan, agar kelola desa wisata mangrove tersebut sebaik mungkin selalu dikembangkan oleh Pokdarwis beserta warga setempat. Kebersihan wajib dijaga. Supaya khas, kuliner yang dijajakan pun adalah aneka olahan laut.

“Mengko dikelola sing apik, kebersihane dijaga tenan. Panganan sing didol niku nek iso kabeh sumbere saka laut. Kulinere iwak, kepiting, kerang, rumput laut. Suvenire digawe sing luwih apik.
Pemasarane aja mung leaflet lan email. Saben dino gawe videogram, upload, ceritakno apike desa mangrove iki,” pesannya.

Ganjar berharap, sebagian pendapatan dari operasional Wisata Dewi Mangrove Sari dapat disisihkan untuk beasiswa bagi pelajar atau mahasiswa setempat. Seperti praktik yang telah dilakukan oleh
pengelola Umbul Ponggok, Klaten.

“Kula usul, nek iso dienggo beasiswa. Dadi mengko kabeh bisa sekolah sing duwur. Niki inspirasine saka Klaten, Umbul Ponggok. Umbul Ponggok niku setahun bisa Rp 10 miliar luwih. Niku wonten
program satu rumah, satu KK, satu sarjana,” pungkasnya.