Curhat ke Mas Ganjar, Istri PNS Ini Mengaku Telah 2 Tahun Ditinggal Minggat Suaminya

Spread the love

Mendapat pengaduan jalan rusak atau kelangkaan pupuk sudah menjadi makanan sehari-hari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Tapi di Brebes, ia mendapat pengaduan langka. Seorang istri PNS mengadukan suaminya yang meninggalkan rumah dua tahun lamanya.

Peristiwa terjadi dalam Peringatan Hari Ibu tingkat Provinsi Jateng ke 89 di Pendopo Kabupaten Brebes, Rabu (20/12/2017). Dalam sesi dialog, seorang ibu bernama Christina Rosilawati curhat.

Ia mengaku istri seorang PNS Pemkot Tegal. Sudah dua tahun suaminya pergi meninggalkan rumah. Masalahnya sang suami bukan hanya tidak menafkahi, tapi juga meninggalkan bertumpuk utang.

Christina sudah berupaya melapor ke Pemkot Tegal, baik ketika masih dipimpin Nursita maupun sekarang Nursholeh, namun tidak ada solusi yang melegakan.

“Selama dua tahun ini tidak ada titik temu. Dia kan meninggalkan rumah dengan meninggalkan utang-utang. Saya minta utang-utang dia diselesaikan. Untuk tunjangan saya kan masih menempel pada dia tapi dia tidak berikan. Dia katanya mau menceraikan saya tapi tidak kunjung ada surat,” jelasnya.

Ganjar mendengarkan tuturan panjang ibu berkerudung putih di hadapannya dengan manggut-manggut. “Panjenengan sampun nate dipanggil BKD?” tanya Ganjar, yang bermaksud Anda sudah pernah dipanggil BKD.

Christina menjawab, “sudah”. Tidak hanya di Badan kepegawaian Daerah (BKD), proses di inspektorat juga dijalani. “Saran BKD saya diminta jangan menggugat cerai, karena bapak yang salah saya nunggu saja digugat cerai. Sekian bulan saya tunggu tidak ada penyelesaian,” ujar anggota Kelompok Wanita Tani Tegal ini.

Usai mendengar penjelasan, Ganjar memanggil salah satu stafnya untuk menghubungi BKD Provinsi Jateng. Dari penelusuran, suami Christina bernama Maman Suherman, PNS di Dinas Sosial Pemkot Tegal.

“Saya senang ada ibu yang mengadu soal suaminya. Saya telepon pak Nursholeh (Walikota Tegal) untuk menyelesaikan ini,” kata Ganjar kepada wartawan usai acara.

Menurutnya kasus PNS yang bermasalah memang banyak. Ganjar pernah memecat 25 PNS Pemprov Jateng dengan berbagai kasus pelanggaran disiplin berat. Pelanggaran berat itu di antaranya terjerat kasus pidana, menikah lagi tanpa izin istri, serta membolos kerja atau mangkir lebih dari 45 hari.

Ganjar memang menginstruksikan penegakan regulasi sistem kepegawaian secara ketat. Meski begitu, penjatuhan sanksi tidak dilakukan secara sembarangan. Dari rekomendasi BKD, ia mengatakan masih harus dikroscek dengan memanggil langsung PNS yang bersangkutan.

“Saya tidak main-main, yang disodorkan BKD saya baca dan klarifikasi langsung,” tandasnya.