Bersama 15 Ribu Warga, Ganjar Ramaikan Tradisi Sakral Ya Qowiyyu

Spread the love

Ribuan masyarakat berkumpul di lapangan oro-oro tarwiyah, komplek makam Ki Ageng Gribig Jatinom Klaten mengikuti tradisi sakral Ya Qowiyyu. Pada acara tersebut, kue apem sebanyak 6 ton diperebutkan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengetahui kesakralan tradisi tersebut turut hadir, sekaligus sebagai yang pertama membagikan apem ke hadirin, Jumat (3/11). Menurut Ganjar, tradisi tersebut untuk mengenang tokoh penyebar agama Islam, yakni Ki Ageng Gribig yang membuktikan bahwa para ulama zaman dahulu datang melakukan dakwah melalui pendekatan budaya.

Sehingga tradisi sebaran apem yang digelar tiap tahun di bulan Sapar dalam penanggalan Jawa atau dikenal dengan Saparan ini lestari hingga sekarang.

“Budaya ini sangat luhur. Bisa mengumpulkan semua orang untuk hadir di sini dengan keceriaan dan kegembiraan. Para romo kiai datang melakukan pendekatan budaya untuk kebaikan. Jangan lupa saling tolong menolong, beribadah dan menjaga NKRI,” kata Ganjar, saat memberikan sambutan.

Mengingat tradisi sebaran apem Yaqowiyu tersebut menyedot ribuan warga, Gubernur meminta masyarakat yang datang untuk berhati-hati agar tidak mengakibatkan korban jiwa.

“Yang ingin apem ngacung? Yang suka ambil dompet orang ngacung? Rebutane sing ati- ati. Ini artinya betapa senengnya masyarakat hari ini. Apem berasal dari bahasa arab ‘affan’ yang artinya maaf. Datang sepakat saling memaafkan, sepakat saling bertemu gotong royong, sepakat berbagi rejeki, sepakat gotong royong bangun berbarengan,” sambung Ganjar mengingatkan.

Dari pantauan, sebaran apem dimulai dengan arak-arakan dua gunungan apem dari Masjid Besar Ki Ageng Gribig menuju panggung Oro Oro Tarwiyah. Tiba di panggung utama, gunungan apem didoakan oleh ulama setempat yang berperan sebagai paraga Ki Ageng Gribig.

Usai doa dilafalkan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Plt Bupati Klaten Sri Mulyani bersama jajaran Muspida membagi apem kepada masyarakat, termasuk apem yang disebar dari dua menara yang terletak di tengah Oro Oro Tarwiyah.

Hal itu menandai puncak Yaqowiyu. Akibatnya, ribuan orang berdesakan tak memperdulikan panasnya terik matahari. Bahkan tak sedikit warga membawa jaring maupun payung dibalik untuk menangkap apem tersebut.