Berkat Reformasi Perizinan ala Mas Ganjar, Ini Capaian Pertumbuhan Investasi di Jateng

Spread the love

Reformasi perizinan yang diterapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuahkan hasil positif. Investasi di Jateng tumbuh signifikan hingga 53 persen pertahun dengan serapan tenaga kerja mencapai 541.520 sejak 2013 hingga 2017 mampu menyerap.

Reformasi perizinan yang diterapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuahkan hasil positif. Hasilnya, investasi di Jateng tumbuh signifikan hingga 53 persen pertahun dengan serapan tenaga kerja mencapai 541.520 sejak 2013 hingga 2017 mampu menyerap.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Prasetyo Aribowo menjelaskan bahwa perubahan yang ditekankan gubernur terdapat pada tiga kata kunci. Yakni mudah, murah, dan cepat.

“Kini pengurusan perizinan di kantor PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) mengedepankan kemudahan, kecepatan, bebas biaya, transparansi dan akuntabel,” katanya, kemarin.

Bahkan indikator indeks kepuasan publik mencapai 102,8 persen. Padahal semula target kepuasan publik hanya di angka 87,38 persen. Prasetyo Aribowo mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jateng dalam upaya mendorong investasi melalui penciptaan iklim yang kondusif, promosi, pengendalian dan pengembangan serta optimalisasi pelayanan.

Ia mengatakan, dari keseluruhan jumlah investasi sejak 2013 hingga semester I tahun 2017 terdapat 5.583 usaha baru dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 541.520 orang. Sebaran tenaga kerja tersebut meliputi sejumlah daerah, terbanyak yakni di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar dan Purbalingga.

“Untuk jumlah tenaga kerja sebagian besar jelas dari dalam negeri, ada sebanyak 537.748 dan tenaga kerja asing berjumlah 3.772 orang,” ujarnya.

Sedangkan untuk nilai investasi, pada tahun 2016 tercatat sebesar Rp 46,63 triliun dengan jumlah investor sebanyak 2.068. Tumbuh cukup signifikan dari tahun 2015 yang hanya mencapai Rp 26,041 triliun dengan 1.481 investor, Rp 18,5 triliun pada 2014 dengan 407 investor dan Rp 16,9 triliun pada 2013 dengan 293 investor. Jumlah investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri maupun dari asing.

Kebijakan ini menjadikan Jateng primadona investasi. Hal ini bisa dilihat dari adanya relokasi 47 pabrik tekstil ke Jateng dengan serapan tenaga kerja hingga 70 ribu orang pada 2015. Kemudian investasi tekstil dan produk tekstil (TPT) seperti Sriteks di Sukoharjo dan PT Apac Inti di Kabupaten Semarang yang melakukan perluasan pembangunan.

Selain itu juga ada Nesia Pan Pacific di Semarang dan Boyolali, Batik Keris, Batik Danarhadi dan sejumlah industri tekstil lainnya yang terus berkembang. “Industri alas kaki juga turut andil dalam menyerap tenaga kerja, ada tiga penanaman modal asing dari Korea dan satu penanaman modal dalam negeri,” terangnya.

Faktor penting lainnya ialah percepatan dan penyederhanaan perizinan. Meliputi pemotongan alur birokrasi sehingga proses lebih cepat dan pengurangan syarat dokumen. “SOP kami tata, dokumen-dokumen persyaratan yang dulu banyak dan merepotkan pemohon kami kurangi,” katanya.

Hal baru yang dicoba ialah pelayanan perizinan online agar pengurusan bisa lebih cepat dan mudah. Saat ini baru dicoba untuk lima perizinan yang bersifat administratif. “Kami cobalima dulu misalnya rekomplit, angka pengenal import, ijin usaha simpan pinjam, dan izin genset,” ujarnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo mengatakan, reformasi perizinan yang paling dibutuhkan saat ini ialah di kabupaten kota. Sebab masih banyak birokrasi di daerah yang dikeluhkan masyarakat karena prosesnya berbelit-belit dan adanya pungutan liar.

“Kalau di Pemprov saya tegaskan tidak ada pungli, yang ketahuan langsung pecat. Makanya kami mendorong agar diterapkan di kabupaten kota,” tegasnya.

Tahun    Jumlah Proyek   Nilai investasi
2012          251                           Rp  7,97 T

2013         293                            Rp 16,983 T

2014         407                            Rp 18,588 T

2015       1.481                           Rp 26,041 T

2016       2.068                          Rp 46,83 T

Sumber: Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jateng