Baru Sehari Ngantor, Mas Ganjar Dapat Wadulan Petani Boyolali

Spread the love

SEMARANG – Baru satu hari ngantor, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung digeruduk petani, Kamis (6/9). Mereka menuntut penyelesaian berbagai persoalan profesi dan kampung halamannya.

Petani tersebut datang dari Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Sebelum wadul pada Ganjar, mereka menyampaikan oleh-oleh berupa hasil pertanian di daerahnya. Dari buah-buahan, sayuran sampai tembakau kering. Maklum, Boyolali juga menjadi salah satu daerah penghasil tembakau.

Ganjar yang menerima oleh-oleh tersebut kaget, terlebih ketika menerima tembakau kering.

“Nopo niki? Mbako? Lhawong aku ora udud og,” seloroh Ganjar yang kemudian mempersilakan petani menyampaikan maksudnya.

Bagyo, salah satu petani menyampaikan terdapat tiga hal mendesak yang harus mendapat penanganan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pertama, karena di kampung halamannya sebagian besar berprofesi sebagai petani tembakau, pembentukan kartu tanda anggota (KTA) sangat diperlukan.

“Kedua, karena kalau musim kemarau, kami sulit mendapat air bersih. Kami butuh pipanisasi sejauh 13 kilometer, Pak,” katanya setelah memberi ucapan selamat atas pelantikan Ganjar Pranowo-Taj Yasin sebagai Gubernur dan Wagub Jateng periode 2018-2023.

Mendengar dua keluhan tersebut, Ganjar langsung menanggapi dan mengaku akan langsung berkoordinasi dengan kepala desa untuk menanggulangi permasalahan itu.

Kemudian dia memanggil Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Provinsi Jawa Tengah, Tavip Supriyanto.

“Untuk lebih jelasnya, monggo setelah ini sama beliau (Tavip). Nanti akan ditindaklanjuti,” katanya.

Persoalan ketiga disampaikan oleh Ramidi. Dia mengusulkan perbaikan rumah hampir roboh. Dia berniat memperbaiki rumahnya tetapi tak memiliki dana.

“Saya harap ada bantuan dari Pak Ganjar,” katanya.

Ganjar pun menyarankan Ramidi segera membuat surat keterangan tidak mampu. Dia berjanji akan mengusulkan permintaan itu melalui program rumah tak layak huni (RTLH).

“Itu tanah milik kamu sendiri? Besok suratnya (keterangan tidak mampu) kasih saya, nanti saya usulkan,” imbuhnya.