Banyumas Bangun Mal Pelayanan Publik Pertama di Jateng

Spread the love

BANYUMAS – Mal atau toko modern bermunculan di kota-kota sebagai pusat jual beli yang menawarkan kenyamanan bagi konsumennya. Tapi di Banyumas ada mal yang lain dari pada yang selama ini dikenal. Mal Pelayanan Publik namanya.

Diluncurkan sejak 28 Desember 2018, Mal Pelayanan Publik Kabupaten Banyumas telah memberikan 4.200 pelayanan kepada masyarakat. Mal model ini menjadi yang pertama di Jawa Tengah.

Konsep dasar mal ini sebenarnya senafas dengan kantor pelayanan terpadu satu pintu yang ada di daerah lain. Namun loket pelayanan di sini dibagi per instansi dengan desain interior menarik. Kursi tunggu pun didesain sangat nyaman dengan warna warni segar.

Begitu masuk, pengunjung akan mudah menemukan instansi yang dituju. Ruang luas di dalam gedung didesain melingkar. Tinggal pilih mau urus KTP, perijinan usaha, membuat paspor, atau perpanjangan SIM dan STNK. Sembari menunggu, orang tua bisa mengajak anak balita bermain di play ground di salah satu sudutnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yakin Mal Pelayanan Publik ini bisa menjadi sarana efektif menekan korupsi.

“Ini akan bisa mengurasi korupsi kolusi dan menghilangkan pungli. Perizinan, perbankan, pajak, kepolisian. Inilah mal pelayanan publik pertama di Jateng,” kata Ganjar, Kamis (17/1).

Dengan mal itu, Ganjar mengungkapkan Kabupaten Banyumas telah mampu menerjemahkan layanan yang oleh Ganjar disebut pelayanan yang mudah murah cepat sekaligus mewujudkan transparansi dan akuntabilitas publik. Ganjar berharap inovasi tersebut mampu menjadi inspirasi bagi pemerintah kabupaten dan kota lain.

“Ini yang pertama di Jawa Tengah. Semoga menginspirasi kabupaten dan kota di Jateng, ya begini harusnya melayani masyarakat,” katanya.

Ganjar yang mengunjungi mal didampingi Bupati Banyumas, Achmad Husein. Mereka berkeliling dari satu stand ke stand lain. Mulai mengecek mesin pengambilan nomor antrean sampai pelayanan perizinan dari Dinas Lingkungan Hidup. Ganjar juga mengagumi pelayanan dari petugas, yang menurutnya bakal membahagiakan masyarakat.

“Dengan pelayanan dari petugas termasuk aktivis yang bukan PNS, ini bentuk dukungan kolaborasi pemerintah dan masyarakat membangun sistem yang baik. Pasti masyarakat senang karena kemudahan diberikan. Juga dengan tempat yang bagus,” katanya.

Mal pelayanan masyarakat tersebut diinisiasi Bupati Banyumas Achmad Husain pada 2014 atau sejak dirinya menjabat Bupati Banyumas pada periode pertama. Ketika masa pembangunan dia terus menyempurnakan konsep agar segala persoalan masyarakat bisa diselesaikan di tempat itu.

“Di sini ada 18 dinas dan instansi. Dibangun selama 4 tahun sejak 2014 mal ini difungsikan sejak 28 Desember 2018 dengan perizinan daerah dan SIM yang menjadi paling banyak,” katanya.

Dengan segala kemudahan pelayanan dan nyamannya tempat, mal tersebut begitu cepat moncer di kalangan masyarakat Banyumas. Belum genap satu bulan telah mengakomodasi 4.200 pelayanan warga.

Witiana Wardani, salah satunya. Dia warga Ajibarang yang tengah mengurus Kartu Kuning. “Iya cepat cuma 15 menit. Tidak bayar, semua gratis. Pengin upload di medsos nanti, biar semua tahu tempat ini,” katanya.