Badan Kurang Enak Jelang Debat, Mas Ganjar Pilih Lakukan Ini

Spread the love

SUKOHARJO – Menjelang debat Pilgub Jateng sesi kedua yang digelar di Solobaru Sukoharjo, Kamis (3/5) malam nanti, calon gubernur Jateng nomor urut 1 Ganjar Pranowo mengaku kurang enak badan. Untuk mengurangi rasa itu Ganjar punya jurus tersendiri, makan soto dan nyanyi bareng warga.

Meski badan lesu, calon petahana Pilgub Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak luruh semangat berangkat dari rumah kontrakan di jalan Tengger nomor 1 Semarang menuju Hotel Best Western Solobaru, Sukoharjo. Namun ternyata badan tidak bisa dibohongi. “Makanya tadi begitu sampai di Boyolali saya makan Soto Seger,” kata cagub nomor urut 1 tersebut begitu tiba di Hotek Best Western, Solobaru, Sukoharjo.
Soto Seger merupakan kuliner legendaris khas Boyolali milik Hj Fatimah. Dahulu warung tersebut lebih dikenal dengan Soto Mbok Giyem. Seolah ingin memperoleh tuah, kini banyak warung soto yang mengulik nama tersebut. “Ya karena badannya harus seger dan sehat, makanya saya makan soto seger. Ya sudah itu saja persiapan debatnya,” kata Ganjar.
Memang, memasuki musim pancaroba terlalu mudah badan terserang lesu, terlebih dengan perubahan suhu secara drastis, tidak terkecuali Ganjar. Dia mengaku badannya agak greges-greges (kurang enak). Agar tidak terlalu nge-drop, Ganjar mengatakan mengonsumsi yang hangat menjadi pilihan tepat.
Selain meningkatkan stamina tubuh dengan kuliner yang hangat-hangat, Ganjar juga mengaku merileks-kan pikiran. Masih di tempat yang sama, Ganjar menyanyikan beberapa lagu dangdut dangdut yang sedang hits. “Tadi nyanyi lagu Sayang, Bojo Galak, Suket Teki, Jaran Goyang, sambil nyanyi langsung seger,” katanya.
Melihat tokoh yang berpasangan dengan Taj Yasin Maemoen tersebut nyanyi, beberapa warga turut nimbrung bahkan ada yang bergoyang-goyang.  “Wah nyanyi rame-rame tadi bareng warga,” katanya.
Pada debat sesi kedua ini, Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah menyodorkan tema Pelayanan Publik dan Perekonomian. Pada materi yang telah dia siapka dengan tim, Ganjar mengaku akan lebih banyak mengutarakan kinerjanya selama lima tahun terakhir. “Berusaha mengedukasi publik, agar masyarakat mengerti oh kondisi mikro makro sperti ini, reformasi birokrasi di Jawa tengah seperti ini,” katanya.
Terkait semua itu, Ganjar mengaku memiliki bukti yang terdiri dari data dan fakta berupa jejak digital, yang orang bisa menelusuri di medsos yang dia punya.  “Jadi itu kejadian bener atau tidak, roadmapnya kira-kira sudah sesuai belum ya. sehingga kita harap publik bisa menilai,” katanya.