AKI Terus Turun, Ganjar Optimistis Target SDGs 2030 Tercapai

Spread the love

Semarang – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Provinsi Jawa Tengah terus mengalami penurunan yang signifikan setiap tahun. Hal itu tidak terlepas dari sejumlah program kerja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam menekan AKI dan AKB di wilayah yang dipimpinnya itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo saat Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Jateng mengatakan, AKI di Jateng pada 2013 mencapai 613 kasus. Jumlah itu terus di tekan hingga pada 2018 ini hanya terjadi 421 kasus AKI.

Sedangkan AKB, kata dia, juga terus mengalami penurunan. Pada 2016, tercatat sebanyak 5.485 kasus. Jumlah tersebut berhasil ditekan hingga 2018 angkanya menurun menjadi 4.481 kasus.

“Terjadi penurunan cukup signifikan dari AKI dan AKB di Jateng sejak tahun 2013 lalu. Hal ini tidak terlepas dari program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur Ganjar Pranowo,” kata Yulianto.

Ditambahkan, selain AKI dan AKB yang menurun, usia harapan hidup (UHH) warga Jateng juga mengalami kenaikan. Jika pada 2013 UHH masyarakat Jateng adalah 72,6 tahun, pada 2018 UHH naik menjadi 74,08 tahun.

“Capaian-capaian ini akan terus kami tingkatkan agar semua program kesehatan yang dicanangkan baik di tingkat nasional maupun daerah dapat terwujud,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya memang fokus terhadap penurunan AKI dan AKB. Tak hanya itu, persoalan stunting dan penyakit tidak menular lainnya juga menjadi perhatian serius untuk dituntaskan.

“Dengan capaian ini, maka saya optimistis target Sustainable Development Goals (SGDs) yang dicanangkan tahun 2030 akan tercapai, yakni di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menekankan pentingnya melakukan investasi kesehatan sejak dini. Hal itu dapat dilakukan dengan mengubah kebijakan kesehatan yang lebih memrioritaskan pada sektor hulu.

“Kalau bicara sektor hilir ya rumah sakit. Jadi orang sakit pasti larinya ke rumah sakit. Padahal, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah orang sakit, misalnya cuci tangan sebelum makan, olahraga teratur, makan buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan dan sebagainya. Nah, ke depan langkah-langkah pencegahan inilah yang harus terus dilakukan,” bebernya.

 

Penulis : Bw, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Sl, Humas Jateng


2019-03-25 08:08:26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *