Agar Terhindar dari Bencana, Mas Ganjar: Mari Jaga Keseimbangan Alam

Spread the love

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mengajak semua elemen masyarakat bersama-sama untuk sejenak menengok diri alias mengintrospeksi dan merefleksikan diri bagaimana memperlakukan
alam selama ini, dengan harapan agar terhindar dari bencana alam yang akhir-akhir ini melanda sejumlah daerah di Jateng.

“Atas berbagai bencana yang terjadi, kita diminta untuk introspeksi bagaimana memperlakukan alam ini, harus senantiasa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam, jangan merusak lingkungan,”
ujar Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP saat memberi sambutan pada acara peringatan Maulidur Rosul dan Haul Muasis MTs-SMK NU di Kampus MTs-SMK NU Ungaran, Kabupaten Semarang, beberapa
waktu lalu.

Di hadapan Habib Hadad Alwi, Bupati Semarang Dr H Mundjirin ES SpOG, Kepala MTs-SMK NU Ungaran dan jajarannya, wali murid, pengurus cabang NU Ungaran, Forkopimda setempat,
serta tokoh agama, Ganjar meminta agar masyarakat selalu mengingat Rasulullah yang mengajarkan manusia untuk saling peduli, terhadap sesama dan juga terhadap alam. Juga serta saling mengingatkan. Terlebih, dengan cuaca ekstrem saat ini yang mengakibatkan bencana alam di sejumlah tempat.

“Alhamdulillah (bencana) di Klaten tidak ada korban, sedangkan yang di Wonogiri ada korban longsor. Akhir-akhir ini memang sedang banyak bencana, seperti badai Cempaka, Dahlia, dan istilah
bunga-bungaan lainnya. Kita berdoa bersama semoga tidak ada lagi bencana,” harap Ganjar.

Dia menambahkan, saat musim kemarau lalu banyak daerah mengalami krisis air bersih, namun sekarang air melimpah bahkan terjadi banjir. Untuk itu masyarakat harus arif terhadap lingkungan dan
menjaga keseimbangan alam, seperti menabung air dengan membuat embung, biopori atau sumur-sumur resapan di sekitar rumah, dan perbanyak menanam pohon yang mampu menyerap air.

“Kita harus mengubah perilaku membuang sampah di sungai, apalagi menjadikan sungai sebagai toilet terpanjang di dunia karena dapat memicu terjandinya banjir. Mudah-mudahan tidak ada lagi
bencana, kita semua terhindar dari longsor, puting beliung dan lainnya,” harapnya.

Senada disampaikan Habib Hadad Alwi. Menurutnya, jika umat Islam cinta Rasullulah, tidak akan terjadi banjir akibat sungai tersumbat sampah atau longsor karena hutan gundul. Sebab Rasullulah
tidak pernah mengajarkan umatnya membuang sampah sembarangan serta abai terhadap alam dan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, ulama kelahiran Surakarta itu meminta semua yang hadir berdoa bersama supaya terhindar dari berbagai musibah, diamankan dan dilindungi oleh Allah. Selain itu juga
dihindarkan dari semua fitnah dan ujaran-ujaran kebencian, semoga pilkada tahun depan dipilihkan gubernur yang menomorsatukan rakyat, yang cinta Allah, dan cinta salawatan.

“Saya akan sering-sering ke Jateng, berkeliling ke sekolah-sekolah untuk salawatan. Apalagi saya berasal dari Jateng, lahir di Solo dan menikah di Solo,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin menambahkan, pada era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang, berbagai hal negatif mengancam bangsa dan merusak generasi muda Indonesia. Di
antaranya narkoba dan minuman keras, bahkan handphone jika tidak digunakan secara baik akan memberikan efek yang jahat terhadap kehidupan manusia.

Dijelaskan, narkoba tidak hanya menyasar orang dewasa. Saat ini anak-anak SD bahkan TK juga menjadi sasaran. Karenanya, para pengasuh sekolah dan pondok pesantren, masyarakat, serta pihak
terkait lainnya harus bersama-sama menjauhkan generasi muda bangsa dari beragam ancaman tersebut.

“Mari bersama-sama mengajarkan kebaikan dan menghindarkan generasi muda dari berbagai hal-hal negatif. Tidak mengajarkan ujaran-ujaran kebencian dan selalu menjaga persatuan,” pintanya.