Ini Program Utama Mas Ganjar – Gus Yasin

Spread the love

SEMARANG –

Pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor inti dalam penyusunan program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng terpilih periode 2018-2023, Ganjar Pranowo – Taj Yasin. Meski sedianya pelantikan diajukan dua minggu, namun hal tersebut tidak mempengaruhi ancang-ancang penataan kebijakan.

Terdapat dua garis inti yang digunakan Ganjar Pranowo – Taj Yasin Maemoen dalam penyusunan program kerja, kesehatan dan pendidikan. Ganjar mengatakan penentuan dua sektor tersebut merupakan hasil saringannya setelah menerima pemikiran dari sejumlah pakar.

“Maka hal ini yang kita coba sampaikan, dan saya mendorong untuk pendidikan yang utama, jadi pembangunan SDM. Maka politik anggaran kita naikkan,” kata Ganjar Selasa (4/9).

Sektor pendidikan, misalnya, bantuan terhadap lembaga-lembaga pendidikan telah disiapkan. karena hal tersebut menjadi salah satu janji politik yang Ganjar dan gus Yasin sampaikan kepada
masyarakat.

“Yang menjadi janji politik insyaallah kita siapkan, kita laksanakan. Termasuk mereka yang berada di pondok pesantren dan sebagainya,” katanya.

Meski siap mengucurkan bantuan, Ganjar menggaris bawahi penambahan anggaran untuk pendidikan tersebut bukan sekadar untuk pembangunan fasilitas. Lebih jauh lagi, Ganjar menghendaki semakin kuatnya pembangunan pribadi masyarakat Jawa Tengah.

“Moral, etik, karakter yang coba kita bangun sebagai anak bangsa. Sehingga kita harapkan orang Jawa Tengah tidak gampang musuhan. Pinternya itu secara emosional juga secara moral. Ini yang
kita dorong di 2019 ini,” katanya.

Untuk Untuk program kerja prioritas yang lain, Ganjar mengatakan akan terus fokus dalam penurunan angka kemiskinan. Meskipun dalam kepemimpinannya periode sebelumnya Jawa Tengah telah berhasil menjadi provinsi terbaik dalam penurunan angka kemiskinan se Indonesia.

“Sebenarnya dengan Gus Yasin kita sudah diskusi panjang. Problem Jawa Tengah masih kemiskinan, meskipun kemarin alhamdulillah penurunan kita terbaik se Indonesia, tapi masih kurang lah. Meski single digit. Pengembangan ekonomi rakyat masih menjadi prioritas. Ini yang coba kita dorong,” katanya.

Ganjar Pranowo – Taj Yasin Maemoen bakal dilantik di Istana Negara Rabu (5/9) atau 12 hari lebih cepat dari jadwal yang semula ditetapkan, yakni 17 September. Meski demikian Ganjar mengaku tidak mempersoalkan percepatan itu.

“Sebenarnya saya tidak merasa dipercepat, wong saya wes ntek, kalau saya merasa malah mundur dari tanggal 23 Agustus. Maka mengikuti ketentuan di mana pilkada serentak ingin diserentakkan masa jabatannya. Kita serahkan pada mendagri. Maka rencana tanggal 17 itu setelah mungkin mengalami pertimbangan di Mendagri, maju. Sebenarnya mau tanggal 17, mau hari ini mau besok bobotnya buat saya sama saja. Kalau kita sih siap-siap saja. Sesimple itu saja,” katanya.

Untuk persiapan, Ganjar mengaku sudah siap semua. Karena dia merasa pernah melakukan hal serupa waktu dilantik pada 23 Agustus 2013 saat terpilih kali pertama sebagai Gubernur Jateng berpasangan dengan Heru Sudjatmoko.

“Saya kan mengulangi, pernah dilakukan itu. Secara administratif temen-temen Pemprov, Kemendagri Istana sudah memberikan rudownnya. Sudah siap. Mungkin lebih pada kemarin menyiapkan, begitu-begitu,”

Namun menjelang pelantikan kali ini ada yang sedikit berbeda bagi Ganjar, yaitu soal seragam. Ganjar mengaku harus pergi ke penjahit lagi untuk membuat seragam yang baru. Sambil berseloroh dia mengaku sekarang semakin kurus. “Seragam yang kemarin kegedean. Tambah kuru. Aneh memang. hehehe,” katanya.